Sebagaimana kita semua ketahui, vitamin A sangat mempengaruhi organ kita yang sangat berharga yaitu mata. Untuk itu kami ketengahkan secara ringkas mengenai mata dan jenis-jenis gangguannya (penyakitnya) sehingga peranan vitamin A dapat dipahami lebih baik lagi. Lalu apa saja yang terjadi jika seseorang kekurangan vitamin A?
Pendahuluan
Sebagai ciptaan Allah yang sempurna di antara mahluk-mahluk yang lain, maka manusia, sangatlah pantas untuk mensyukuri nikmat Allah yang di antara nikmat-nikmat tersebut adalah nikmat kesehatan. Termasuk dalam nikmat kesehatan secara dhahir adalah kesehatan mata manusia. Mata manusia antara lain terdiri dari sebuah bola berupa lensa, yang ternyata dengannya kehidupan dunia ini dapat terlihat terang, sehingga manusia dapat beraktivitas.
Secara anatomis morpholgi, mata terdiri dari bagian-bagian:
1. Sistem Iapisan reseptor: (penerima impuls/rangsangan)
2. Sistem lensa: (pemusat cahaya)
3. Sistem syaraf: (penghantar impuls ke syaraf pusat pengendali/otak)
Gangguan Pada Mata
Gangguan-gangguan yang bisa terjadi:
1. Buta:
1. Buta total
2. Buta warna
2. Kelainan refraksi, yang meliputi:
1. Hipermetrop, seseorang yang memiliki bola mata dengan sistem lensa lebih pendek dari normal. Efek yang timbul:
1. Jika otot mata telah lelah: kepala pusing, penglihatan kabur.
2. Konvergensi yang dipaksakan, misal untuk membaca berlarut panjang, dapat menyebabkan mata juling (stabismio).
Untuk koreksi/perawatan dengan memakai kacamata (+) 1, lensa. Konveksi dengan berbagai diameter, 1/2, 1, 11/2 dan sebagainya.
2. Mata Miop
Mata yang memiliki kelainan, diameter bola mata terlalu panjang, sehingga daya bias lensa mata terlalu cepat. Untuk koreksi/perawatan yaitu dengan menggunakan tense bikonkaf (-) dengan berbagai diameter 1/2,1,11/2 dan sebagainya. Gejala yang muncul, mata cepat lelah dan kepala pusing.
3. Astigmatisma
Mata yang memiliki kecembungan kornea mata tidak sama. Atau kecembungan lensa mata tidak sama. Kelainan ini dapat dikoreksi/perawatan dengan kacamata lensa silinder, dengan berbagai diameter. Gejala yang ditimbulkan:
1. mata kabur,
2. kadang hubungan syaraf mata dan otak terputus sinyalnya, sehingga konsentrasi tidak terfokus.
4. Mata rabun
Kelainan mata ini dapat menjangkit pada usia anak-anak/remaja ataupun dewasa. mata rabun terjadi karena adaptasi mata mengalami gangguan. Hal tersebut karena fungsi retiner mata mengalami kegagalan.
Mata rabun kurang menguntungkan bagi mereka yang gemar membaca. Apabila keadaan ini dibiarkan, maka mata kekurangan zat retiner terus menerus sehingga memuncak krisis. Dapat terjadi "lesi" atau pemutusan syaraf nerous mata sehingga dapat merambat pada kebutaan, dengan jenis buta:
1. Buta total/Himenopsia total.
2. Himenopsia heminim (buta separuh pada sisi yang sama).
3. Himenopsia heteronim / bitemporal (buta separuh pada nisi yang berlainan).
4. Katarak termasuk jenis gangguan pada mata karena penyakit jenis ini sangat berbahaya, karena dapat menimbulkan kebutaan total. Disebabkan oleh virus katarak
5. Trachoma
Janis ini banyak mengenai anak-anak, yang disebabkan oleh virus trachoma yang dapat menyebar lewat kontak udara dengan penderita.
Peranan Vitamin A Bagi Kesehatan Mata
Vitamin A, yang dicerna tubuh, oleh mata didehidrogenasi untuk membentuk "retinen" suatu proses biokimia yang merubah retinen menjadi "rhodopsin". Zat ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan mata pada saat gelap cahaya, di dalam sel batang mata secara maksimal. Kemudian pada saat terang rhodopsin akan dibongkar lagi menjadi retinen, subhanallah suatu proses otomatis menjaga keseimbangan pada mata, sehingga mata dapat membaca atau melakukan aktivitas lainnya.
Defisiensi Vitamin A
1. Buta senja/Niktolopia merupakan gangguan kekurangan vitamin A paling dini,
2. Degenerasi sel-sel kerucut yang merambat pada kerusakan retina mata,
3. Degenerasi lapisan syaraf retina yang berakibat pada gangguan lapang penglihatan dan bisa terjadi kebutaan total/separuh.
Defisiensi Vitamin A dapat terjadi bila penyerapan vitamin A dalam usus terganggu dan Vitamin A dalam lemak berkurang karena bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh minus vitamin A.
Sumber vitamin A terdapat pada buah-buahan / sayur-sayuran: tomat, cabai, apel, pepaya, wortel, paprika, anggur, murbei, semangka, jambu air, pisang ambon dan lain-lain juga pada bahan hewani: hati.
Periksakan mata ke laboratorium optik, apabila terjadi gangguan anatomis. Sedangkan untuk gangguan yang berupa penyakit, diatasi dengan pemberian obat secara medis. Wallahu a'lam.
Sumber: Anatomi-Fisiologi
MY FAMILY
My Family
Ardiles dan M. Adhal Dzikra
Me and my Lovely Boy
M Afdhal Dzikra
M afdhal Dzikra
01 Februari, 2009
Peran Vitamin A Untuk Mata
Diposting oleh
kimia 99
di
07.41
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kalau Reunian bagusnya dimana ya?
Belajar kimia online
P3K STROKE
Pengeluaran darah dari ujung jari dan ujung daun telinga sebagai pertolongan pertama bagi penderita serangan STROKE (Finger tip and earlobe blood release as a first aid to the STROKE). Ada satu cara terbaik untuk memberi pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE.Cara pertolongan ini selain dapat menyelamatkan nyawa sipenderita juga tidak menimbulkan akibat sampingapapun. Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan gawat darurat yang dapat berhasil 100%.
Berikut ini disajikan cara pertolongan dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, maka pembuluh darah halus pada otaknya mengalami kepecahan yang berlangsung lamban. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik, tapi harus tetap tenang. Si penderita harus tetap berada pada tempat semula dimana ia terjatuh (Misalnya dikamar mandi, kamar tidur, ruang tamu atau dimana saja), jangan sampai dipindahkan. Sebab perpindahan si penderita dari tempat ia jatuh ke tempat lain akan mempercepat proses kepecahan pembuluh darah halus pada otak. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi. Pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Untuk ini yang terbaik adalah menggunakan jarum suntik, tetapi jika tidak tersedia, jarum jahit biasa atau jarum pentul dapat dipakai, tetapi semuanya harus terlebih dahulu disucihamakan, antara lain dengan jalan ujung jarum diatas api. Setelah siap pakai, lakukan penusukan pada 10 ujung jari tangan, titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung jari tangan, setiap ujung jari cukup mendapat 1 kali tusukan dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah. Pengeluaran darah dari ujung jari tangan ini dapat sibantu dengan cara memencet jika sewaktu ditusuk darah tidak keluar. Titik penusukan pada ujung jari tangan tidak ditetapkan secara akurat. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit kemudian sipenderita akan sadar kembali. Bilamana mulut sipenderita tampak mencong, maka kedua daun telinga sipenderita harus ditarik-tarik sampai berwarna kemerah-merahan, setalah itu lakukanlah 2 kali penusukan pada masing-masing ujung bawah daun telinga (Earlobe) sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga (bagian bawah). Dalam beberapa menit saja bentuk mulut sipenderita akan menjadi normal kembali. Setelah sipenderita pulih keadaannya dan tidak ada rasa kelainan yang berarti, maka bawalah sipenderita ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Tindakan pertolongan pertama tersebut diatas dapat menolong dan menyelamatkan sipenderita. Tetapi sebaliknya jika sipenderita begitu terjatuh karena serangan STROKE lalu buru-buru diangkut ke rumah sakit atau dokter dengan maksud untuk mendapatkan pertolongan, tapi tidak terpikirkan bahwa guncangan-guncangan kenda-raan dalam perjalanan dapat mem-percepat proses pendarahan lebih lanjut dalam otak, pada akhirnya nyawa sipenderita tidak dapat diselamatkan.
Dalam daftar urutan penyakit penyebab kematian, STROKE (Pendarahan Otak) menduduki tempat kedua, sipenderita yang paling beruntung nasibnya akan menjadi penyandang cacat tubuh seumur hidup. Ini merupakan suatu kerugian bagi masyarakat dan negara. Sedangkan akibat lebih lanjut dari serangan STROKE sangat mengerikan. Oleh sebab itu alangkah baiknya jika setiap orang mengenal dan menguasai cara pertolongan pertama kepada penderita serangan STROKE dengan jalan mengeluarkan darah demi menolongnya. Cara pertolongan yang sangat sederhana ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Hasilnya nyata bahkan 100% akan berhasil, sedangkan sipenderita dapat tertolong dan menikmati hidup sebagai insan yang normal.
Sebagai salah satu cara beramal bakti "Pertolongan pertama kepada penderita serangan STROKE dengan jalan mengeluarkan darah dari ujung jari tengah dan ujung daun telingan" ini sebaiknya disebarluaskan ke dalam masyarakat, sehingga STROKE terhapus dari daftar urutan penyakit penyebab kematian.
Mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati. Perhatikanlah cara hidup dan lakukanlah olah raga yang sesuai dengan kondisi masing-masing orang secara teratur. Bagi orang yang telah lanjut usia sebaiknya memeriksakan kesehatannya secara berkala.
Berikut ini disajikan cara pertolongan dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, maka pembuluh darah halus pada otaknya mengalami kepecahan yang berlangsung lamban. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik, tapi harus tetap tenang. Si penderita harus tetap berada pada tempat semula dimana ia terjatuh (Misalnya dikamar mandi, kamar tidur, ruang tamu atau dimana saja), jangan sampai dipindahkan. Sebab perpindahan si penderita dari tempat ia jatuh ke tempat lain akan mempercepat proses kepecahan pembuluh darah halus pada otak. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi. Pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Untuk ini yang terbaik adalah menggunakan jarum suntik, tetapi jika tidak tersedia, jarum jahit biasa atau jarum pentul dapat dipakai, tetapi semuanya harus terlebih dahulu disucihamakan, antara lain dengan jalan ujung jarum diatas api. Setelah siap pakai, lakukan penusukan pada 10 ujung jari tangan, titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung jari tangan, setiap ujung jari cukup mendapat 1 kali tusukan dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah. Pengeluaran darah dari ujung jari tangan ini dapat sibantu dengan cara memencet jika sewaktu ditusuk darah tidak keluar. Titik penusukan pada ujung jari tangan tidak ditetapkan secara akurat. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit kemudian sipenderita akan sadar kembali. Bilamana mulut sipenderita tampak mencong, maka kedua daun telinga sipenderita harus ditarik-tarik sampai berwarna kemerah-merahan, setalah itu lakukanlah 2 kali penusukan pada masing-masing ujung bawah daun telinga (Earlobe) sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga (bagian bawah). Dalam beberapa menit saja bentuk mulut sipenderita akan menjadi normal kembali. Setelah sipenderita pulih keadaannya dan tidak ada rasa kelainan yang berarti, maka bawalah sipenderita ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Tindakan pertolongan pertama tersebut diatas dapat menolong dan menyelamatkan sipenderita. Tetapi sebaliknya jika sipenderita begitu terjatuh karena serangan STROKE lalu buru-buru diangkut ke rumah sakit atau dokter dengan maksud untuk mendapatkan pertolongan, tapi tidak terpikirkan bahwa guncangan-guncangan kenda-raan dalam perjalanan dapat mem-percepat proses pendarahan lebih lanjut dalam otak, pada akhirnya nyawa sipenderita tidak dapat diselamatkan.
Dalam daftar urutan penyakit penyebab kematian, STROKE (Pendarahan Otak) menduduki tempat kedua, sipenderita yang paling beruntung nasibnya akan menjadi penyandang cacat tubuh seumur hidup. Ini merupakan suatu kerugian bagi masyarakat dan negara. Sedangkan akibat lebih lanjut dari serangan STROKE sangat mengerikan. Oleh sebab itu alangkah baiknya jika setiap orang mengenal dan menguasai cara pertolongan pertama kepada penderita serangan STROKE dengan jalan mengeluarkan darah demi menolongnya. Cara pertolongan yang sangat sederhana ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Hasilnya nyata bahkan 100% akan berhasil, sedangkan sipenderita dapat tertolong dan menikmati hidup sebagai insan yang normal.
Sebagai salah satu cara beramal bakti "Pertolongan pertama kepada penderita serangan STROKE dengan jalan mengeluarkan darah dari ujung jari tengah dan ujung daun telingan" ini sebaiknya disebarluaskan ke dalam masyarakat, sehingga STROKE terhapus dari daftar urutan penyakit penyebab kematian.
Mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati. Perhatikanlah cara hidup dan lakukanlah olah raga yang sesuai dengan kondisi masing-masing orang secara teratur. Bagi orang yang telah lanjut usia sebaiknya memeriksakan kesehatannya secara berkala.

0 komentar:
Posting Komentar