ANNOUNCEMENT
Chevron
Who is CHEVRON?
Headquartered in San Ramon, California USA and conducting business in 180 countries, CHEVRON is engaged in every aspect of the oil and natural gas industry, including exploration and production; refining, marketing and transportation; chemicals manufacturing and sales; and power generation.
In Indonesia, Chevron is working in partnership with BP Migas (Executive for Upstream Oil and Gas Business Activities) for its exploration & Production business and Pertamina for the Geothermal and power business and has long been recognized as a significant oil and gas producer and geothermal and power provider
Why work in CHEVRON?
- Global scope of operations promotes global career
- Competitive total remuneration program: pay, bonus program and flexible benefits
- 125 years of history yet strong future growth
- State of the art technology
- World class experts
- Large queue of exciting projects
- Reputation for solid business result
- Strong ethics
- Diversity is a core value
To sustain profitable growth and build the organization capability, CHEVRON in Indonesia is now searching for fresh graduates Indonesian Nationals who process relevant educational background, technical and behavior competencies to join the company in the following opportunities:
S1 or Above
1. Earth Scientist
Requirement:
- From background Geology & Geophysics
2. Petroleum Engineering
Requirement:
- From background Petroleum Engineering and Chemical Engineering
3. Facility Engineer
Requirement:
- From background Electrical Engineering and Chemical Engineering
4. Drilling Engineer & Completion Engineering
Requirement:
- From background Mechanical Engineering, Chemical Engineering & Petroleum Engineering
5. HES Engineering
Requirement:
- From background Environmental Engineering and hygiene (K3)
6. IT Engineering
Requirement:
- From background Information Technology and Computer Engineering
7. Counsel
Requirement:
- From background Law (S2)
D3
1. Operator
Requirement:
- From background Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Instrumentation and Chemical Engineering
2. IT Analyst
Requirement:
- From background Telecommunication Engineering
General Requirement:
- GPA minimum 3.00 (S1)
- GPA minimum 2.75 (D3)
- Years of Graduation on 2006 – July 31, 2009
- Years of experience less than 4 years
- Good Communication of English
- Willing to relocated to CHEVRON area of operations (West Java/Sumatera/East Kalimantan)
- Desiring to work in a multicultural and diverse organization
If you are interested:
1. Please APPLY online. Procedure on line click: www.pcd.itb.ac.id.
2. Application Dateline
Tuesday, February 17, 2009
24.00 (midnight) at the latest
3. Company Presentation/Selection Test :
February 23 - 25, 2008 (Tentative)
MY FAMILY
My Family
Ardiles dan M. Adhal Dzikra
Me and my Lovely Boy
M Afdhal Dzikra
M afdhal Dzikra
09 Februari, 2009
LOWONGAN KERJA
Diposting oleh
kimia 99
di
07.11
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kalau Reunian bagusnya dimana ya?
Belajar kimia online
P3K STROKE
Pengeluaran darah dari ujung jari dan ujung daun telinga sebagai pertolongan pertama bagi penderita serangan STROKE (Finger tip and earlobe blood release as a first aid to the STROKE). Ada satu cara terbaik untuk memberi pertolongan pertama kepada orang yang mendapat serangan STROKE.Cara pertolongan ini selain dapat menyelamatkan nyawa sipenderita juga tidak menimbulkan akibat sampingapapun. Pertolongan pertama ini dijamin merupakan pertolongan gawat darurat yang dapat berhasil 100%.
Berikut ini disajikan cara pertolongan dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, maka pembuluh darah halus pada otaknya mengalami kepecahan yang berlangsung lamban. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik, tapi harus tetap tenang. Si penderita harus tetap berada pada tempat semula dimana ia terjatuh (Misalnya dikamar mandi, kamar tidur, ruang tamu atau dimana saja), jangan sampai dipindahkan. Sebab perpindahan si penderita dari tempat ia jatuh ke tempat lain akan mempercepat proses kepecahan pembuluh darah halus pada otak. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi. Pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Untuk ini yang terbaik adalah menggunakan jarum suntik, tetapi jika tidak tersedia, jarum jahit biasa atau jarum pentul dapat dipakai, tetapi semuanya harus terlebih dahulu disucihamakan, antara lain dengan jalan ujung jarum diatas api. Setelah siap pakai, lakukan penusukan pada 10 ujung jari tangan, titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung jari tangan, setiap ujung jari cukup mendapat 1 kali tusukan dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah. Pengeluaran darah dari ujung jari tangan ini dapat sibantu dengan cara memencet jika sewaktu ditusuk darah tidak keluar. Titik penusukan pada ujung jari tangan tidak ditetapkan secara akurat. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit kemudian sipenderita akan sadar kembali. Bilamana mulut sipenderita tampak mencong, maka kedua daun telinga sipenderita harus ditarik-tarik sampai berwarna kemerah-merahan, setalah itu lakukanlah 2 kali penusukan pada masing-masing ujung bawah daun telinga (Earlobe) sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga (bagian bawah). Dalam beberapa menit saja bentuk mulut sipenderita akan menjadi normal kembali. Setelah sipenderita pulih keadaannya dan tidak ada rasa kelainan yang berarti, maka bawalah sipenderita ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Tindakan pertolongan pertama tersebut diatas dapat menolong dan menyelamatkan sipenderita. Tetapi sebaliknya jika sipenderita begitu terjatuh karena serangan STROKE lalu buru-buru diangkut ke rumah sakit atau dokter dengan maksud untuk mendapatkan pertolongan, tapi tidak terpikirkan bahwa guncangan-guncangan kenda-raan dalam perjalanan dapat mem-percepat proses pendarahan lebih lanjut dalam otak, pada akhirnya nyawa sipenderita tidak dapat diselamatkan.
Dalam daftar urutan penyakit penyebab kematian, STROKE (Pendarahan Otak) menduduki tempat kedua, sipenderita yang paling beruntung nasibnya akan menjadi penyandang cacat tubuh seumur hidup. Ini merupakan suatu kerugian bagi masyarakat dan negara. Sedangkan akibat lebih lanjut dari serangan STROKE sangat mengerikan. Oleh sebab itu alangkah baiknya jika setiap orang mengenal dan menguasai cara pertolongan pertama kepada penderita serangan STROKE dengan jalan mengeluarkan darah demi menolongnya. Cara pertolongan yang sangat sederhana ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Hasilnya nyata bahkan 100% akan berhasil, sedangkan sipenderita dapat tertolong dan menikmati hidup sebagai insan yang normal.
Sebagai salah satu cara beramal bakti "Pertolongan pertama kepada penderita serangan STROKE dengan jalan mengeluarkan darah dari ujung jari tengah dan ujung daun telingan" ini sebaiknya disebarluaskan ke dalam masyarakat, sehingga STROKE terhapus dari daftar urutan penyakit penyebab kematian.
Mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati. Perhatikanlah cara hidup dan lakukanlah olah raga yang sesuai dengan kondisi masing-masing orang secara teratur. Bagi orang yang telah lanjut usia sebaiknya memeriksakan kesehatannya secara berkala.
Berikut ini disajikan cara pertolongan dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
Sebagaimana diketahui, orang yang mendapat serangan STROKE, maka pembuluh darah halus pada otaknya mengalami kepecahan yang berlangsung lamban. Dalam menghadapi keadaan demikian jangan sampai panik, tapi harus tetap tenang. Si penderita harus tetap berada pada tempat semula dimana ia terjatuh (Misalnya dikamar mandi, kamar tidur, ruang tamu atau dimana saja), jangan sampai dipindahkan. Sebab perpindahan si penderita dari tempat ia jatuh ke tempat lain akan mempercepat proses kepecahan pembuluh darah halus pada otak. Penderita harus dibantu mengambil posisi duduk yang baik agar tidak terjatuh lagi. Pada saat itu pengeluaran darah dapat dilakukan. Untuk ini yang terbaik adalah menggunakan jarum suntik, tetapi jika tidak tersedia, jarum jahit biasa atau jarum pentul dapat dipakai, tetapi semuanya harus terlebih dahulu disucihamakan, antara lain dengan jalan ujung jarum diatas api. Setelah siap pakai, lakukan penusukan pada 10 ujung jari tangan, titik penusukan kira-kira 1 cm dari ujung jari tangan, setiap ujung jari cukup mendapat 1 kali tusukan dengan harapan setiap jari mengeluarkan 1 tetes darah. Pengeluaran darah dari ujung jari tangan ini dapat sibantu dengan cara memencet jika sewaktu ditusuk darah tidak keluar. Titik penusukan pada ujung jari tangan tidak ditetapkan secara akurat. Dalam jangka waktu kira-kira 10 menit kemudian sipenderita akan sadar kembali. Bilamana mulut sipenderita tampak mencong, maka kedua daun telinga sipenderita harus ditarik-tarik sampai berwarna kemerah-merahan, setalah itu lakukanlah 2 kali penusukan pada masing-masing ujung bawah daun telinga (Earlobe) sehingga darah keluar sebanyak 2 tetes dari setiap ujung daun telinga (bagian bawah). Dalam beberapa menit saja bentuk mulut sipenderita akan menjadi normal kembali. Setelah sipenderita pulih keadaannya dan tidak ada rasa kelainan yang berarti, maka bawalah sipenderita ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Tindakan pertolongan pertama tersebut diatas dapat menolong dan menyelamatkan sipenderita. Tetapi sebaliknya jika sipenderita begitu terjatuh karena serangan STROKE lalu buru-buru diangkut ke rumah sakit atau dokter dengan maksud untuk mendapatkan pertolongan, tapi tidak terpikirkan bahwa guncangan-guncangan kenda-raan dalam perjalanan dapat mem-percepat proses pendarahan lebih lanjut dalam otak, pada akhirnya nyawa sipenderita tidak dapat diselamatkan.
Dalam daftar urutan penyakit penyebab kematian, STROKE (Pendarahan Otak) menduduki tempat kedua, sipenderita yang paling beruntung nasibnya akan menjadi penyandang cacat tubuh seumur hidup. Ini merupakan suatu kerugian bagi masyarakat dan negara. Sedangkan akibat lebih lanjut dari serangan STROKE sangat mengerikan. Oleh sebab itu alangkah baiknya jika setiap orang mengenal dan menguasai cara pertolongan pertama kepada penderita serangan STROKE dengan jalan mengeluarkan darah demi menolongnya. Cara pertolongan yang sangat sederhana ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Hasilnya nyata bahkan 100% akan berhasil, sedangkan sipenderita dapat tertolong dan menikmati hidup sebagai insan yang normal.
Sebagai salah satu cara beramal bakti "Pertolongan pertama kepada penderita serangan STROKE dengan jalan mengeluarkan darah dari ujung jari tengah dan ujung daun telingan" ini sebaiknya disebarluaskan ke dalam masyarakat, sehingga STROKE terhapus dari daftar urutan penyakit penyebab kematian.
Mencegah adalah lebih baik dari pada mengobati. Perhatikanlah cara hidup dan lakukanlah olah raga yang sesuai dengan kondisi masing-masing orang secara teratur. Bagi orang yang telah lanjut usia sebaiknya memeriksakan kesehatannya secara berkala.

0 komentar:
Posting Komentar